Showing posts with label lingkungan. Show all posts
Showing posts with label lingkungan. Show all posts

Monday, May 22, 2023

Badai Pasir

Badai Pasir, apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata itu? Fenomena alam alam yang satu ini memang mengerikan dan sering kali menghancurkan objek raksasa yang dilewatinya. Badai pasir sendiri merupakan salah satu jenis badai di bumi yang sudah umum dijumpai.
top1toto


Badai ini umumnya dijumpai di tempat yang kering atau daerah gurun pasir. Badai pasir disebabkan oleh angin kencang yang menerpa pasir di permukaan sehingga pasir dan material kecil hingga besar akan terangkat hingga beterbangan dengan jumlah massif dan banyak.

Orang Timur Tengah terutama Arab menyebut badai pasir dengan sebutan Haboob yang artinya adalah fenomena angin kencang. Dikarenakan sering terjadi, badai pasir sudah dianggap biasa oleh Bangsa Arab.

Badai Pasir

Arus udara atau angin yang kuat dan kencang dengan sumber pasir dan debu yang kering di suatu tempat yang terbuka. Sebelum badai pasir muncul biasanya terdapat tanda - tanda seperti keadaan kecepatan angin yang naik serta tekanan udara di sekitarnya menurun. Semakin meningkat suhu di suatu gurun akan semakin meningkatkan potensi terjadinya badai pasir.

Tingginya suhu di gurun ini akan menyebabkan atmosfer bawah menjadi tidak stabil. Tidak stabilnya udara ini akan bercampur dengan udara di tengah troposfer (lapisan terbawah), hal ini akan membuat keduanya bergerak ke bawah sehingga terjadi angin kencang di permukaan. Pasir dan partikel debu yang diterbangkan oleh angin kencang akan membentuk badai dengan ketinggian dan kecepatan yang cukup mengerikan yang dapat mencapai 6100 meter.

Jutaan ton pasir dapat terangkat dalam badai pasir ini, semakin kecil partikel pasir yang dibawa, semakin besar jarak yang akan ditempuh. Selama terjadinya badai pasir partikel pasir yang lebih ringan akan jatuh lebih lama ke tanah dibandingkan yang lebih berat.

Gurun Sahara dengan badai pasirnya yang disebut simoom adalah tempat yang sudah umum terjadi badai pasir. Pada alat ukur kecepatan angin badai pasir tercatat dapat mencapai kecepatan 150 km/jam. Hal ini akan membuat jarak pandang kita berkurang, membawa segala macam benda, mematikan fasilitas hingga menyebabkan kematian.

Arus udara/angin yang kencang yang menjadi syarat utama penyebab terjadinya badai pasir adalah kekuatan alam. Oleh karena itu kita tidak mampu lebih jauh untuk banyak berdaya di hadapannya. Akan tetapi, manusia masih dapat berkontribusi dalam mengurangi badai pasir dengan cara menjaga alam sekitarnya.

Sebagai contohnya adalah dengan memperbaiki kondisi permukaan tanah untuk mencegah penggurunan tanah. Selain itu dengan membenahi tanah tandus dalam rangka mengurangi frekuensi dan intensitas terjadinya badai pasir dan debu juga harus dilakukan.

Saat terjadi badai pasir kita hanya dapat berlindung di tempat yang aman dan juga gunakan pakaian serta aksesoris yang dapat menutupi bagian tubuh yang penting seperti mata, hidung, mulut dan kulit. Dampak yang lebih besar dapat dikurangi dengan membuat sebuah tembok yang disebut tembok hijau, terbuat dari pepohonan yang disusun rapi seperti di Kota Kairo, Mesir.

Monday, April 3, 2023

Detik-Detik Plafon Rumah Ambruk Akibat Rayap, Bikin Bergidik Ngeri

Detik-Detik Plafon Rumah Ambruk Akibat Rayap, Bikin Bergidik Ngeri - Plafon merupakan bagian penting dari rumah yang sebagian besar penyusunnya adalah kayu. Tentu menjadi tantangan tersendiri buat pemilik rumah jika bagian teratas dari bangunan ini sudah dihuni oleh rayap.

Sumber: Jasa Pembasmi Rayap

Hewan pemakan kayu ini boleh jadi memiliki ukuran yang sangat kecil, tapi jumlah koloninya sangat besar. Hal ini bisa berdampak pada rapuhnya tembok dan robohnya plafon rumah. Jika sudah begini, bisa jadi kerugian yang dirasakan juga tambah besar.

Seperti yang dialami oleh wanita yang satu ini. Rumahnya yang awalnya terlihat baik-baik saja, dalam waktu sekejap langsung berantakan. Hal ini bermula ketika plafon rumahnya secara tiba-tiba ambruk.

Lewat unggahan video di akun Tiktok @rimabdul_, ia membagikan momen detik-detik ketika atap rumahnya tiba-tiba ambruk. Awalnya, terlihat langit-langit di ruang tamu tersebut sudah mulai retak.

Dalam waktu singkat retakan mulai melebar. Kayu-kayu di atas pun jatuh ke bawah sehingga menyebabkan seluruh atap rumah akhirnya hancur dan ambruk. Ruang tamu tersebut pun jadi berantakan.

"Rayap menghancurkan rumah yang penuh kenangan masa kecil," tulis pemilik akun seperti dilansir brilio.net pada Kamis (15/9).

Wanita tersebut kemudian menunjukkan kondisi plafon rumah yang telah hancur. Terlihat ada tumpukan sarang rayap yang begitu besar dan tersebar di sekitar plafon.

Di unggahan video lainnya, pemilik akun @rimabdul_ menjelaskan kronologi awal kejadian ambruknya plafon itu. Kala itu ibunya mendengar suara bunyi yang mencurigakan dari plafon. Mengetahui ada yang tidak beres, ibunya langsung merekam kondisi ruang tamu. Tak lama saat sedang merekam, langit-langit di rumah tersebut pun langsung ambruk.

"Jadi ceritanya kita denger suara kretek-kretek gitu. Terus ibuku merekam, rencananya mau dipamerin ke anak-anak yang ada di luar kota. Ini loh atap ruang tamunya retak. Eh pas kameranya on, tiba-tiba ambrol beneran," ucap @rimabdul_.

Postingan video yang menunjukkan detik-detik plafon rumah ambruk akibat rayap ini pun langsung viral. Sejak diunggah pada Rabu (14/9) kemarin, video tersebut telah ditonton 2,7 juta kali dan mendapatkan lebih dari 1000 komentar.

Banyak warganet yang bergidik ngeri saat melihat video tersebut. Tak sedikit juga yang menceritakan pengalaman serupa.

"jadi takut soalnya atap pake plafon," tulis @rekzx_.

"ya ampun kak beneran rayap menghancurkan semuanya, sama dirumahku gt smpk bongkar atap kyk gni," ujar @khusniaasmaul.

"takut bgt, rumah bapaku juga sama dibagian penyangga genteng juga dimakan rayap mau diganti direnov belum ada dana," kata @itsnidx.

"plafon kamarku juga ambrol tb2 waktu itu pas aku lg tidur sama 3 kucingku Puji Tuhan kami selamat dan kucing2ku trauma bgt," pungkas @frutlupzy.

Tuesday, July 14, 2020

Manfaat Informasi Cuaca

Manfaat Informasi Cuaca - Belakangan ini, sering kita mendengar maraknya bencana - bencana akibat cuaca ekstrem. Contohnya saja banjir di daerah Samarinda dan Bangka Belitung serta kebakaran hutan di daerah Kalimantan dan Sumatera.

Manfaat Informasi Cuaca

Belum lagi tanah longsor di Kepulauan Sangihe, sampai gelombang tinggi di selat Makassar, Selayar, dan Flores beberapa waktu silam. Padahal di era modernisasi yang masyarakatnya punya mobilitas tinggi seperti sekarang ini, hal-hal tersebut tentu sangat merugikan.

Oleh karena itu, informasi cuaca benar - benar sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern dengan segudang aktivitasnya. Cuaca sendiri pada hakikatnya adalah kondisi atmosfer pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit pada jangka waktu yang singkat.

Dari definisi tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa cuaca adalah fenomena alam yang mudah berubah dan berbeda - beda tergantung tempat, waktu, dan kondisinya.

Terlebih di daerah lintang tropis seperti Indonesia. Terdapat sebelas parameter atau unsur dalam cuaca yaitu suhu / temperatur udara, tekanan udara, kelembaban udara, arah dan kecepatan angin, penyinaran matahari, radiasi matahari, visibility, penguapan, keadaan awan, endapan (hujan), dan keadaan cuaca.

Parameter tersebutlah yang berguna dalam penentuan prakiraan cuaca. Cuaca sangat bersinergi dengan berbagai aktivitas kehidupan manusia. Salah satunya lalu lintas, baik lalu lintas udara, darat dan laut. Pentingnya informasi berita cuaca dewasa ini, sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam aktivitas penerbangan,  pelayaran dan transportasi darat.

Tekanan udara, suhu, arah dan kecepatan angin, keadaan awan, dan sebagainya adalah parameter cuaca penting yang perlu diperhitungkan. Ribuan nyawa bisa terselamatkan bila pelaku lalu lintas bisa memahami informasi cuaca dengan baik.

Selain itu, cuaca juga berperan dalam lingkungan. Salah satu parameter cuaca yaitu curah hujan sangat diperlukan datanya oleh ahli lingkungan untuk mengetahui siklus hidrologi di suatu tempat. Bahkan untuk membuat drainase laut atau kota, para ahli lingkungan perlu melihat kondisi sekitar dengan meminta data cuaca mengenai pasang surut air laut.

Bidang pertanian juga sangat membutuhkan informasi dalam hal cuaca.

Petani membutuhkan kapan dan di mana hasil panen bisa maksimal, bagaimana curah hujan di tempat tersebut, serta bagaimana kondisi cuacanya untuk kemudian dapat dikaji tanaman apa saja yang cocok ditanam di tempat tersebut.

Bidang pertanian juga membutuhkan prakiraan cuaca untuk dapat mengantisipasi gagal panen yang menjadi momok para petani tiap tahunnya. Nelayan juga sangat terbantu dengan adanya informasi cuaca. Dengan informasi tersebut, mereka bisa tahu kapan harus berlayar tanpa takut ombak tinggi dan cuaca buruk.

Mereka juga bisa memaksimalkan hasil tangkapan mereka dengan mengetahui pada saat kapan ikan berada dekat dengan permukaan laut. Bahkan karena menyadari hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan menggandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memberikan servis kepada nelayan melalui SMS gateway untuk mempermudah nelayan dalam menerima informasi.

Selain itu dalam bidang planologi, kebijakan tata kota kini sudah terpengaruh oleh objek meteorologi pencemaran udara yaitu gas rumah kaca dengan dijalankannya program bumi hijau.

Pencemaran udara juga dipengaruhi oleh temperatur, arah dan kecepatan angin, serta hujan yang tidak lain adalah unsur - unsur cuaca. Pencemaran udara yang parah dapat mempengaruhi gas rumah kaca.
Sehingga perlu informasi data cuaca untuk melancarkan program bumi hijau dalam kebijakan tata kota.

Dalam sektor industri pabrik, data parameter cuaca seperti kecepatan dan arah angin juga diperlukan untuk mendesain cerobong emisi pabrik agar lebih ramah lingkungan. Sedangkan dalam pertambangan, seperti tambang minyak, batu bara dan sebagainya juga sangat bergantung pada kondisi cuaca di daerah sekitar.

Keadaan cuaca sangat diperhitungkan mengingat barang tambang yang mudah terbakar bila suhu terlampau tinggi dan intensitas matahari yang besar. Gas beracun dari pertambangan minyak dan gas bumi juga harus memperhatikan arah angin untuk meminimalisir korban.

Selain itu, kejadian tambang bawah tanah yang ambruk bisa diantisipasi dengan mengetahui tingkat kejenuhan tanah. Dan itu semua bisa diperoleh dari informasi data cuaca. Dalam sudut pandang fisika teknik, penemuan energi modern seperti panel surya dan kincir angin membutuhkan data penyinaran matahari serta arah dan kecepatan angin.

Fisika teknik juga mengkaji bangunan melalui sudut pandang fisika terkait bagus tidaknya termal bangunan dengan mempertimbangkan parameter cuaca dalam pembangunan dan kontrolnya.

Terlebih lagi dengan banyaknya bencana alam akibat cuaca ekstrem yang kian merajalela saat ini. Mulai dari tanah longsor, kebakaran hutan, banjir, petir sampai angin puting beliung. Informasi dan peringatan cuaca sangat diperlukan untuk antisipasi dan meminimalisir jatuhnya korban.

Bukanlah hal yang berlebihan bila kita menaruh sedikit perhatian terhadap masalah cuaca.

Salah satunya dengan sering meng-update informasi cuaca yang diberikan badan - badan terkait, seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Masih banyak lagi peran informasi cuaca di era modernisasi ini. Karena itu, sikap masyarakat yang acuh akan informasi cuaca sudah sepantasnya diluruskan.

Adalah hal yang salah apabila kita membiarkan data cuaca hanya menjadi setumpuk data tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Padahal jika pemanfaatannya dapat dimaksimalkan, kemajuan pembangunan dan servis terhadap pelayanan masyarakat, serta pengantisipasian bencana akibat cuaca dapat lebih mudah dilakukan.

Thursday, January 16, 2020

Bahaya Nitrat Untuk Ekosistem

Bahaya Nitrat Untuk Ekosistem - Penggunaan pupuk secara berlebihan akan membawa nitrat, salah satu senyawa yang terkandung dalam pupuk masuk ke aliran sungai. Penelitian terbaru dari Universitas Minnesota memberikan wawasan baru yang menunjukkan beberapa lahan basah di daerah aliran sungai (DAS) sangat efektif mengurangi nitrat di sungai.

Bahaya Nitrat Untuk Ekosistem

Bahkan lima kali lebih efisien per satuan luas dalam mengurangi konsentrasi nitrat dibandingkan strategi mitigasi berbasis lahan lainnya. Riset yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah Nature Geoscience dipimpin periset dari University of Minnesota College of Science and Engineering's St Anthony Falls Laboratory dan the University's College of Biological Sciences.

Dalam riset itu, peneliti menggunakan contoh air yang dikumpulkan sejak empat tahun berasal lebih dari 200 saluran air di wilayah Sungai Minnesota seluas 7.100 mil persegi. Kemudian dilengkapi juga dengan informasi geospasial tentang penggunaan lahan di DAS.

Bahaya Nitrat Untuk Ekosistem

Sebelumnya, di daerah pertanian, seperti pada wilayah midwest Amerika Serikat, kelebihan nitrat yang berasal dari pupuk tanaman lantas masuk ke sungai melalui parit ataupun sistem drainase. Begitu konsentrasi nitrat tinggi, itu akan berbahaya bagi ekosistem dan kesehatan manusia. Seperti pencemaran air minum dan zona mati di Teluk Meksiko.

"Restorasi lahan basah bisa menjadi salah satu metode paling efektif untuk peningkatan kualitas air secara menyeluruh, kaitannya dalam menghadapi perubahan iklim dan meningkatnya permintaan pangan global," ujar salah satu penulis di tim penelitian, Jacques Finlay dari Departemen Ekologi, Evolusi, dan Perilaku di Fakultas Ilmu Biologi Universitas Monnesota, seperti dilansir pada laman Sciencedaily.

Hasil penelitian itu tidak hanya membantu memajukan ilmu pengetahuan tentang lahan basah dan pengendalian pencemaran, tetapi juga dapat memberikan aplikasi praktis bagi para praktisi yang ingin mengembangkan panduan tentang tapak restorasi lahan basah, potensi, serta manfaatnya.

Tom Torgersen, Direktur program Air, keberlanjutan dan Iklim dari National Science Foundation (NSF) yang mendanai penelitian tersebut mengatakan studi itu menunjukkan, mempertahankan, atau memulihkan lahan basah di daerah DAS dekat lahan pertanian yang dikelola secara intensif akan mengurangi nitrat di sungai dan memperbaiki kualitas air setempat, juga mengurangi ekspor nitrat ke zona hipoksia Teluk Meksiko.

Nutrien bagi tanaman air

Bagaimana proses reduksi terjadi? Apabila tanaman di dalam lahan basah terjaga, nitrat tersebut akan terserap sebagai nutrien oleh algae, plankton, atau tanaman air lainnya. Proses nitrifikasi juga bisa terjadi, sehingga senyawa nitrat berubah menjadi nitrit lalu menjadi N2O dan N2, barulah terlepas ke atmosfer.

"Banyaknya N2 di atmosfer tidak masalah, sedangkan kalau nitrat terlalu banyak di air akan timbul eutrofikasi, alga tumbuh subur, lalu air menjadi hijau. Kalau sungai banyak nitrat, dampaknya terlihat saat air masuk ke danau. Danau jadi dipenuhi tumbuhan eceng gondok," ujar Head of Office Wetlands International Indonesia, I Nyoman Suryadiputra, Jumat(2/2).

Lahan basah sendiri beragam jenisnya, mulai dari rawa, danau, hutan mangrove, hingga lahan gambut. Selain berfungsi mereduksi nitrat, lahan basah, seperti mangrove berperan sebagai penyimpan karbon, penahan abrasi pantai, serta tempat yang nyaman bagi perkembangan kepiting juga ikan. Sementara gambut, besar manfaatnya sebagai penyimpan karbon juga hidup keanekaragaman hayati di dalamnya.